” CINTA DALAM PANDANGAN ISLAM “
Bismilahiirrohmaniirrohiim, Alhamdulillah segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada nabi dan RasulNya Muhammad sallallahu ‘alaiwasalam.Terima kasih kepada para pembaca yg telah meluangkan waktu dan kesempatan untuk membaca artikel yang saya tulis ini.Sebelumnya saya mohon maaf jika artikel yang disampaikan kali ini ada yang sudah pernah membaca/mendapatkannya. Namun saya berharap semoga kita semuatetap bisa mengambil hikmah dari artikel yang saya ketik. Terutama untuk diri saya pribadi.Untuk tema materi kali ini saya ingin menyampaikan tentang “ Cinta DalamPandangan Islam”, diambil dari buku karangan Abdullah Nasih Ulwan
Arti Cinta
Cinta adalah persaan jiwa, getaran hati, pancaran naluri. Dan terpautnya hati orang yang mencintai pada pihak yang dicintainya, dengan semangat yang menggelora dan wajah yang selalu menampilkan keceriaan.Cinta dalam pengertian spt ini merupakan persaaan mendasar dalam diri manusia, yang tidak bisa terlepas dan merupakan sesuatu yg essensial. Dalam banyak hal, cinta muncul untuk mengontrol keinginan ke arah yang lebih baik dan positif. Hal ini dpt terjadi jk org yg mencintai menjadikan cintanya sbg sarana utk meraih hasil yang baik dan mulia guna meraih kehidupan sebagaimana kehidupan orang – orang pilihan dan suci serta orang – orang yang bertaqwa dan selalu berbuat baik.
Apakah Islam mengakui cinta?
Karena Islam adalah agama yang fitrah, maka Islam mengakui tentang hal ini. Hal yang sangat mendasar dalam diri manusia. Namun Islam membagi beberapa tingkatan tentang cinta. Dan tingkatan – tingkatan cinta ini akan selalu ada dalam kehidupan ini sampai saatnya bumi dan seisinya dihancurkan oleh Allah.Adapun dasar ttg tingkatan cinta dalam Islam, adalah firman Allah pada QS.9 (At Taubah): 24).
“Jika bapak – bapak, anak – anak, saudara – saudara, pasangan – pasangan, dan kaum keluarga kalian, harta kekayaan yg kalian usahakan, perniagaan yg kalian khawatirkan kerugiannya,dan rumah – rumah tempat tinggal yg kalian sukai, lebih kalian cintai daripada Allah, Rasul-Nya dan (daripada) jihad di jalanNYa, maka tunggulah sampaiAllah mendatangkan siksaNya. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang2 yang fasik”
Cinta pada tingkat tertitinggi adalah cinta kepada Allah, rasulNya danjihad dijalanNya.Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, keluarga, pasangan dan saudara.Adapun cinta yg paling rendah adalah cinta yg lebih mengutamakan harta,keluarga, daripada cinta kepada Allah, RasulNya dan jihad dijalanNYa.
Hikmah dari Cinta:
- Cinta adalah proses ujian yang keras dan pahit dalam kehidupan manusia.Apakah cinta itu dalam perjalanannya akan menghantarkannya kepada jalan yg mulia atau menghempaskannya kepada jalan yang hina.
- Jika tidak ada cinta maka di dunia ini tidak akan ada inovasi,pembangunan dan peradaban.
- Keberadaan cinta merupakan faktor dominan dalam melestarikan eksistensi manusia dan interaksinya dengan sesama manusia.
Ketika cinta diarahkan kepada kebaikan, maka cinta dapat membawa keutuhan,perdamaian, kebaikan pada kehidupan bermasyarakat.Cinta yang ditumbuhkan oleh faktor keimanan, maka akan menghasilkan berbagai hal yang mengagumkan. Dapat mengubah sejarah, menegakkan puncak kejayaan dan kemuliaan dunia. Sebagai contoh adalah kehidupan generasi muslim pada masa dahulu.Dan masih banyak lagi hikmah yang lain dari adanya rasa cinta pada diri manusia.
Fenomena yang timbul dari tingkatan – tingkatan cinta yang ada akan menimbulkan efek yang berbeda Pada fenomena tingkatan cinta yang tertinggi, maka akan membuat seseorang dalam hidupnya untuk selalu mendahulukan cinta kepada Allah , RasulNya danjihad dijalannya. Dalam kehidupannya sehari – hari tidak ada orientasi selain kepada Allah. Dia akan selalu merasa yakin bahwa segala sesuatu yang telah Allah tetapkan adalah yang terbaik bagi manusia Bahwa Allah lebih mengetahui daripada makhluknya. Kemudian, bagi seseorang yang sudah merasakan nikmatnya iman, maka dia akan selalu meneladani kepribadian Rasulluh, mencintai Rasululluh, kemudian dia juga akan mencintai jihad dijalanNya. Akan berjuang dengan segala apa yang dia miliki.
Firman Allah pada Qs. 28:68.
“Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilih (seorang Rasul diantara hambaNYa). Sekali – kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Allah dan MahaTinggi dari apa yang mereka persekutukan (denganNya)
Qs. 33: 36
“Tidaklah patut bagi seorg mukmin baik laki – laki maupun perempuan jika Allah dan RasulNya telah menetapkan bagi mereka suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain dalam urusan mereka…”
Qs.2:140
“Apakah kalian yang lebih mengetahui ataukah Allah?…”
Qs. 2 : 282
“…dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”
Adapun dampak yang disebabkan oleh cinta tingkat menengah dalam membentuk karakter individu, keluarga, dan masyarakat telah amat nyata. Jika tidak Allah ciptakan cinta pada suami –istri maka tidak akan tercipta keluarga, tidak akan lahir anak-cucu, tidak akan terjadi proses mengasuh, mendidik dan memelihara anak.Jika tidak Allah ciptakan cinta pada anak, niscaya dalam jiwanya tidak akan ada semangat kekeluargaan, tidak akan kokoh ikatan kekeluragannnya, tidak akan mengasihi saudaranya. Jika tidak Allah tanamkan rasa cinta pada manusia maka, tidak akan tercipta hubungan sosial antar bangsa yang dibangun atas prinsip ta’aruf (saling mengenal). Dengan demikian cinta tingkat menengah ini amat penting untuk menciptakan kemashalatan pribadi dan keluarga khususnya dan untuk merealisasikan kemaslahatan antar bangsa dan seluruh ummat manusia pada umumnya.
Firman Allah tentang hal ini terdapat pada
Qs. 49:10
“Sesungguhnya orang – orang mukmin itu bersaudara…”
Qs. 49 : 13
“ Wahai manusia seseungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari jenis laki – laki dan perempuandan Kami telah menjadikan kalian berbangsa – bangsa dan bersuku- suku agar kalian saling mengenal…”
Hadits riwayat Bukhari-muslim
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya .., hendaklah dia menghormati tamunya”
Dan masih banyak lagi ayat dan hadist yg menceritakan tentang hubungan antar manusia.
Fenomena Cinta tingkat rendah
Cinta jenis ini ada beberapa macam:
1. Mencintai thougut dan sesembahan selain Allah, seperti menyembah manusai, batu dsb.Qs. 2: 165
“Diantara manusia ada orang – orang yg menyembah tuhan – tuhan selain Allah. Mereka mencintai tuhan itu sebagaimana mereka ( org2 mukmin yg mukhlis) mencintai Allah. Adapun orang – orang yg beriman jauh lebih besar cintanya kepada Allah (dibanding cinta orang – orang kafir terhadap tuhan – tuhan mereka)…”
2.Menjalin tali kasih kepada musuh – musuh Allah.
Qs. 60:1
“Hai orang – orang yg beriman, janganlah kalian menjadikan musuhKU dan musuh kalian sebagai teman – teman setia, yang kalian sampaikan kepada mereka (rahasia orang – orang mukmin) karena kasih sayang (kepada mereka), padahal sebenarnya mereka telah ingkar terhadap kebenaran (kitab dan Rasul) yg datang kepada kalian..”
3. Mengumbar syahwat dan berkubang dalam Lumpur kekejian dan kehinaan.
Qs.3:14
“Dijadikanlah indah pada (hati) manusia kecintaan kepada apa – apa yg diingini, yaitu wanita – wanita…”
4. Mencintai ayah,ibu,anak, istri, suami, keluarga, karir, tanah air melebihi cintanya kepada Allah, RasulNya dan Jihad dijalannya.
Qs.9:24.
“Jika bapak2, anak -anak, saudara – saudara , pasangan – pasangan, dan kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yg kalian khawatirkan kerugiannya,dan rumah – rumah tempat tinggal yg kalian sukai, lebih kalian cintai daripadaAllah, Rasul-Nya dan (daripada) jihad di jalanNYa, maka tunggulah sampaiAllah mendatangkan siksaNya. Allah tidak memberi petunjuk kepada orang – orang yang fasik”
Nabi salallahu ‘alaihiwassalam bersabda:
“Tidak sempurna iman seseorg dari kalian hingga aku lebih dia cintai daripada bapak-ibunya, anaknyadan seluruh manusia.” (HR. Bukhari danMuslim).
5. Menuhankan hawa nafsunya,
Qs. 45:23
“ Bagaimanakah pendapatmu tentang orang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membirakannya sesat berdasarkan ilmuNya?…Dengan demikian bagi seorang mukmin yg telah diliputi oleh manisnya iman, maka ia tidak akan rela jika dirinya diliputi oleh cinta pada tingkatan yang rendah yang akan membunuh karakter manusia dan menghancurkan kemuliaannya.
Bahkan ia akan menjaga kesetiaannya hanya kepada Allah saja. Dia akan menjaga cintanya untuk tidak akan memberikannya kepada musuh Islam, Dia akan menjaga syahwatnya, dan tidak melakukannya dijalan yang bahtil.Dia tidak akan mencintai kekayaannya, pasangan, anak, orang tuanya, keluarganya, kedudukannya melebihi cintanya kepada Allah, RasulNya dan jihad dijalanNya.
Pada akhirnya hanya diri kita sendiri yg akan menentukan pada tingkatan cinta yang mana kita berada. Dan hal ini hanya Allah dan diri kita saja yang tahu. Semoga Allah senantiasa menjaga diri kita agar tidak terjebak pada cinta tingkat rendah.Ini saja yang bisa saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekhilafan.Kebenaran hanyalah milik Allah SWT.Wallahua’lam.
ANDREAN EL – FACHRI