Muhasabah Diri

Posted in Tepian Hati on Oktober 20, 2009 by andreanelfachri

Alhamdulilah… . . . Pada malam ini kita dapat kembali berkumpul dan duduk berdampingan InsyaALLAH dengan orang2 yg telah dipilih oleh Allah SWT utk menempuh Jalan Kebenaran !yaitu jalan yg telah ditempuh oleh junjungan kita Baginda RosululLah SAW !’’semoga salam serta sholawat senantiasa tercurah kepada beliau ,keluarga beliau,Sahabat,tabi dan tabi’in tak lupa juga kepada para pengikutnya hingga kelak yaumul kiamah ! ” Allahumma amin . . . .

Saudaraku, kita tidak pernah tahu kapan kita meninggal, kalau saja kita tahu tentunya kita akan bersiap-siap menyambut ajal datang, kita akan mengumpulkan semua perbekalan yang diperlukan untuk bisa hidup bahagia di akhirat kelak. Beruntunglah orang-orang yang meninggal karena penyakit yang menggerogotinya…ya setidaknya mereka dapat menangkap sinyal-sinyal yang Allah berikan pada mereka, sayangnya tidak semua orang meninggal karena sakit, ada yang meninggal tertabrak kereta api, mobil,truk, serangan jantung tiba-tiba, saat tidur pulas, saat tertawa terbahak bahkan ada yang meninggal saat sedang berbuat maksiat. Wallahualam Saudaraku, tidak ada satu pun yang mampu menghindar dari sakaratul maut: otak yang cerdas, prestasi akademis yang kita raih,harta yang melimpah, deposit yang berlebih, rumah dan kendaraan yang kita sayangi, semuanya terlepas begitu saja dari diri kita, tak ada yang mau menemani dan tak ada Satupun yang bisa mencegah datangnya sakratul maut.

Kita hanya sendiri menghadapNya…sendiri mempertanggungjawabkan semua amal baik-buruk kita selama di bumi, sanggupkah kita menghadapNya? Sanggupkah kita menghindar dari siksa kubur? Sanggupkah kita mengelak, berbohong diahadapanNya seperti yang sering kita lakukan di hadapan manusia?jawabanya pasti TIDAK Saudaraku, kita tidak akan tahu apa artinya dan apalah jadinya diri kita jikalau kita tidak ditolong oleh ALLAH pemilik jiwa dan raga kita.Mudah – mudahan malam ini ALLAH yang maha mendengar, maha menata hati kita akan mengabulkan Do’a – do’a kita.Oleh karena itu saudaraku, marilah sejenak kita berdzikir dengan lembut saja, karena ALLAH maha mendengar dan maha dekat.Dengan dzikir yang sederhana namun penuh keyakinan bahwa ALLAH benar – benar mendengarkan, menatap, dan menyaksikan pertemuan kita malam ini.

Hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wani’mannasir…… 3x

Do’a nabi Yunus

Laa ilaahaillaa anta, subhaanaka innii kuntu minadhzoolimiin….3x

Sholawat Allahumma sholli ala Muhammad, Wa’ala alihi wa’asqabihi aj’maiin 1x

Saudaraku, ALLAH Maha mendengar, Maha melihat, dan ALLAH maha menyaksikan pertemuan ini.Dialah ALLAH yang Maha tahu siapa diri kita yang sebenarnya.Tiada yang tersembunyi bagi ALLAH yang maha Agung,ALLAH maha tahu setiap lirikan mata, dan Tahu setiap niat dibalik lirikan.ALLAH maha tahu apa yang ada dalam benak fikiran kita, dialah ALLAH yang maha mendengar setiap tutur kata.ALLAH maha tahu orang – orang yang tersakiti hatinya, ALLAH maha tahu orang – orang yang terluka hatinya.ALLAH maha tahu setiap dusta yang kita ucap, ALLAH maha mengetahui segala kebusukan hati kita.Riya’ dibalik amal – amal kita, sombong dan takabburnya diri kita, ALLAH maha tahu segala kedengkian yang ada dalam diri kita terhadap orang yang diberi rizki oleh ALLAH.Dia maha tahu segala macam maksiat yang kita lakukan baik secara terang – terangan maupun sembunyi – sembunyi. Oleh karena itu saudaraku, marilah kita Istighfar bersama, sambil kita ingat kembali segala dosa yang pernah kita lakukan, segala maksiat yang pernah kita perbuat, dengan penuh penyesalan semoga ALLAH mengampuni dosa – dosa kita.

Astaghfirullaahaladziim….Astaghfirullaahaladziim….Astaghfirullaahaladziim….

Innallahaghofuururrohiim……..

Saudaraku perlu diketahui, saat ini kita dihargai bukan karena kemuliaan yang kita miliki, kita dihargai karena ALLAH masih menutupi kebusukan kita yang sebenarnya.Andaikata ALLAH berkehendak membeberkannya, maka tidak ada satupun yang bisa menghalangi.Wahai saudara – saudaraku, hanya ALLAH lah yang membuat diri kita masih dihargai oleh orang lain.Amal yang kecil dan sederhana, ALLAH tampakkan kepada orang lain,sehingga orang lain mengangguk, menghargai dan menghormati diri kita.Wahai saudara – saudaraku, Andaikata besok pagi hidup kita berakhir maka tiada satupun yang dapat menyelamatkan diri kita.Selain karunia ALLAH mana amal yamg kita miliki, sholat jarang khusu’, itupun hanya sisa waktu.Amal kita, shodaqoh kita hanya sisa uang, itupun yang tidak berharga.Andaikata kita menolong dan berbuat kebaikan terkadang kurang ikhlas.Puasa yang kita jalankan pada bulan ramadhan itupun sekedar haus dan lapar perut saja.Mata kita tidak pernah berpuasa, hati tidak pernah berpuasa.

Saudaraku, ALLAH berfirman

Mohonlah ampunan kepada ALLAH, sesungguhnya dia maha pengampun.niscaya dia akan turunkan musim hujan yang teratur, dia banyakkan rizki, harta dan anak – anak yang sholeh .

Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya segala sesuatu ada pengkilatnya, ada pembersihnya, ada sikatnya, pembersih hati yang kotor, sikat hati yang ternoda, pengkilat hati yang berdosa, dzikrullah. Maka setiap lafadz dzikir membersihkan kotoran, noda, dosa yang kita perbuat. Begitu kotoran diangkat dari hati kita, maka tampaklah ada nur didalamnya, nur yang ALLAH berikan ada pada diri kita, lalu nur itu mencari nur hidayah. Maka mari kita bersihkan hati kita dengan dzikir, semoga ALLAH membersihkan hati kita dari noda dan dosa yang hina.

Ya Nabi salam alaika,

Ya Rasul salam Alaika….. Ya habib salam alaika,

sholawatullah alaika

Subhaanallah walhamdulillah, walaa ilaahaillaahu’allahuakbar…7X

Ya ALLAH….wahai yang maha mendengar, wahai yang maha melihat, wahai yang maha tahu setiap perbuatan dan maksiat, ampuni seluruh dosa kami ya ALLAH, ampuni sebusuk apapun maksiat dan kelakuan kami ya ALLAH, ampuni sebanyak apapun dosa yang melumuri tubuh kami ya ALLAH, ya ALLAH ampuni maksiat – maksiat yang dilakukan oleh mata kami ya ALLAH.Hamba mohon jadikan mata kami ini menjadi mata yang selalu akrab dengan ayat – ayatMu, jangan biarkan mata ini membuat hati kami mati, ampuni maksiat yang selama ini datang dari pendengaran kami ya ALLAH, jadikan telinga kami menjadi telinga yang selalu rindu mendengarkan kebenaranMu, telinga yang selalu rindu mendengar AsmaMu, Ya ALLAH….ampuni segala maksiat yang dilakukan oleh mulut kami, ampuni segala kebohongan yang selama ini kami ucapkan, ampuni jahilnya mulut kami yang sering melukai hati bapak dan ibu kami, yang sering melukai hati guru kami,yang sering melukai hati teman – teman kami,dan Ampuni jikalau dari mulut ini banyak orang yang tersakiti. Saudaraku, coba renungkanlah hatimu, konsentrasikan fikiranmu, dan fokuskan desahan nafasmu.Ingatlah kembali wajah kedua orang tua kita, pandanglah wajah orang kedua orang tua kita, pandanglah wajah kedua orang tua kita.

Saudaraku, tataplah wajah ibu, Ibu begitu besar pengorbanan beliau terhadap kita.Ibu yang telah menanggung beban berat mengandung kita selama 9 bulan, kemudian melahirkan kita dengan mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan kita, ibu yang telah merawat dan membesarkan kita dengan penuh kasih sayang.Namun apa balasan kita terhadap beliau??sudahkah kita membahagiakan beliau??ataukah justru sebaliknya, kita mengecewakan beliau??santunkah perkataan kita tatkala bicara dengan Ibu??ataukah justru sebaliknya, kita sering bicara kasar dengan beliau, bahkan membentakpun terkadang seringkali kita lakukan.Renungkan saudaraku, apakah selama ini kita sudah menjadi anak yang berbakti???ataukah justru sebaliknya kita menjadi anak durhaka terhadap ibu.Coba saudaraku fikirkan dan renungkanlah baik – baik.

Saudaraku, coba tatap wajah Bapak kita, Bapak begitu besar pengorbanan dan perjuangan beliau dalam menafkahi kita.Siang malam beliau membanting tulang, memeras keringat demi mencukupi kebutuhan kita.Bahkan terkadang beliau tidak memperdulikan dirinya mencukupi kebutuhan kita.Tapi apa balasan kita terhadap Bapak kita???Patuhkah kita terhadap saran dan nasehat beliau??ataukah justru sebaliknya??kita seringkali membatah dan tak segan – segan menentang beliau dengan suara lantang. Saudaraku, kalau membahagiakan kedua orang tua saja kita tidak bisa, membuat mereka tersenyum bahagia saja tidak bisa, lantas pantaskah kita disebut sebagai anak yang berbakti???pantaskah kita masuk syurga??sedangkan ridhlo ALLAH adalah ridhlo Orang tua kita. “Ingat saudaraku, Allah SWT telah memberi seluruh nikmat-nikmatNya kepada kita semua secara gratis. Allah SWT hanya ingin agar kita melakukan hal-hal yang bermanfaat dengan seluruh nikmat-nikmat yang telah diberikanNya kepada kita. Karena itu, saudaraku, lakukanlah hal-hal yang baik, berbaktilah kepada orang tua dan guru, juga tegakkanlah sholat lima waktu.Saudaraku, mari kita membaca Istighfar sebanyak 11x, dengan perlahan, dengan penuh harapan smoga ALLAH menghapuskan dosa dan noda yang hina atas perlakuan hina dan tercela kita terhadap kedua orang tua kita.

Astaghfirullaahaladziim….Astaghfirullaahaladziim….Astaghfirullaahaladziim….

Innallahaghofuururrohiim……..

Rabb….jadikan mulut kami menjadi mulut yang selalu bersih dari kata dusta, lisan yang senantiasa menyebut namaMu, lisan yang menjadi cahaya Ilmu bagi hamba – hambaMu, lisan yang Engkau ijabah do’a – do’anya.

Ya ALLAH Ya Rahman, Ya ALLAH Ya Rahim 11X

Hasbunallah wani’mal wakil, ni’mal maula wani’mannasir…… 3x

Saudaraku, Sesungguhnya kematian adalah haq, pasti terjadi, tidak dapat disangkal lagi. Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,

“Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya.”

Saudaraku, Jalan terjal yang pertama di alam kubur adalah kesepian di alam kubur.Adapun jalan terjal yang kedua adalah siksaan dan himpitan kubur yang harus direnungkan manusia sebelum dijemput oleh kematian. Karena setelahnya, kalian akan sendiri bersama tanah yang akan membaur dengan tubuh kalian Kaku… bisu… diam… hanya keheningan yang menjadi teman kalian saat itu…Kalian sendirian…Datanglah malaikat Munkar dan Nakir mendekat dan menanyakan kepada kalian…

Siapa Tuhanmu? Apakah kau bisa menjawab lantang “Allah”? Lidahmu gemetar, ia tak bisa berbohong lagi, ia tak bisa kaugunakan lagi untuk menutupi kepalsuanmu… Kamu ingin menjawab Allah, tapi, lidah mu ini tak bisa menyebutnya… yang kauingat adalah kau terlalu banyak mencintai duniamu… Siapakah nama yang selalu terngiang dalam pikiranku dan terucap dalam lisanmu selama ini, teman? Bila selama ini dalam sehari-hari, yang kauingat bukanlah Allah, yakinkah kau masih bisa mengingatnya di alam kubur ini?Kalaupun engkau mengingatnya, yakinkah lidahmu tidak akan kaku karena tak terbiasa ia mengucapkan itu?

Wahai Saudaraku, setelah kematian, alam kubur jauh lebih menderita daripada kematian itu sendiri bagi orang yang tidak diampuni dosa-dosanya.

Tatkala kamu ditanya man rabbuka??apakah yakin kamu bisa menjawab ALLAH adalah Tuhanku, sedangkan lisan kita tidak terbiasa menyebut lafadz ALLAH karena jarang sholat…..

Tatkala kamu ditanya man nabiyuka??Apakah yakin kamu bisa menjawab Muhammad adalah nabi panutanku, sedangkan selama hidup kita tidak pernah melaksanakan ajaran ajaran beliau, bahkan bersholawat atas beliaupun tiada pernah kita lakukan….

Tatkala kamu di Tanya man kitabuka??apakah yakin kamu bisa menjawab Al-qur’an adalah kitabku, sedangkan selama hidup didunia kita tidak pernah mengamalkan apa yang tertulis dalam Al-qur’an,jangankan mengamalkan mungkin membaca, bahkan menyentuhpun tidak pernah sama sekali….

Saudaraku, bayangkan tatkala kita ditanya dan tidak bisa menjawab pertanyaan – pertanyaan itu, maka siksa kubur yang teramat pedihlah yang akan kita rasakan.Cambukan dari api neraka,dan tanah kubur yang menghimpit kita sampai menghancurkan tulang tulang kita.Kalau sudah demikian, siapa yang bisa menyelamatkan kita selain amal ibadah kita.Otak yang cerdas, nilai akademis yang tinggi, pengalaman organisasi,harta bahkan orang – orang yang kita cintaipun tidak bisa menyelamatkan kita dari siksa kubur wahai saudaraku.hanya amal ibadah kitalah yang bisa menyelamatkan kita. Saudaraku, mari kita membaca Istighfar sebanyak 11x, dengan perlahan, dengan penuh harapan smoga ALLAH menghapuskan dosa dan noda yang hina yang ada dalam diri kita, dan smoga ALLAH menyelamatkan kita dari siksa kubur yang sangat mengerikan.

Astaghfirullaahaladziim….Astaghfirullaahaladziim….Astaghfirullaahaladziim…. Innallahaghofuururrohiim……..3X

Saat yaumil hisab datang padamu… Seperti apakah kisah hidupmu ini kelak akan kau ceritakan? Tidak, saat itu lidah kalian dikunci. Akal cerdik kalian dihentikan. Saatnya kejujuran berbicara. Lihatlah tangan kalian, kelak ia akan akan menjawabkan apa yang telah kalian lakukan. Sentuhlah kaki kalian kelak dialah yang akan menjawabkan apa yang telah kalian lakukan. Rasakan hati kalian, kelak dialah yang akan berteriak tentang apa yang dia rasa dan niatkan selama ini. Mereka akan berteriak dengan tangis terpendam karena saat itu ia tak bisa lagi berbohong menutupi kesalahanmu… tak bisa lagi membisu menahan aibmu…tak bisa lagi membelamu… Setelah semua terungkap nanti… yang ada hanya tinggal penyesalan…Apalah artinya rasa senangmu di dunia dulu?Apa makanan enakmu siang tadi masih ada gunanya kini? Apa novel yang kalian baca kemarin masih ada manfaatnya saat ini? Atau film yang kau tonton minggu lalu masihkah menyenangkanmu kini? Handphone yang baru kau beli itu, apakah ada di sampingmu saat ini? Pujian-pujian temanmu bahwa kau hebat dalam berbagai hal apakah masih bisa kau banggakan kini? Tatapan kagum adik-adik kelasmu, apakah masih dapat kau lihat kini? Permintaan tolong dari orang-orang sekitarmu, apakah masih membuatmu merasa penting saat ini? Karena itu, takutlah kamu pada kesempitan kubur, penderitaan,kegelapan, dan keterasingannya. Sesungguhnya kuburan itu berkata setiap hari: Aku adalah rumah keterasingan, aku rumah kesepian, aku rumah cacing-cacing. Kuburan adalah bagian dari taman-taman surga dansekaligus bagian dari jurang-jurang neraka. Sesungguhnya kehidupan yang sempit yang diperingatkan oleh Allah kepada musuh-musuh-Nya adalah siksaan kubur. Allah mengirimkan kepada orang yang kafir dikuburnya sembilan puluh sembilan ular yang besar untuk mencabik-cabik dagingnya dan memecah-mecah tulangnya. Allah mengirimnya berulang kalisampai hari kiamat. Dan sekiranya ular itu didatangkan ke bumi,niscaya tak akan ada tumbuh-tumbuhan dan tak akan terjaga tanaman di dalamnya.Wahai Hamba-hamba Allah, sungguh dirimu lemah, jasadmu lembut dan rapuh sangat mudah dihancurkan.”

Astaghfirullaahaladziim….Astaghfirullaahaladziim….Astaghfirullaahaladziim…. Innallahaghofuururrohiim……..3X

La ilahaillallah…La ilahaillallah… La ilahaillallah… Muhammadurrasulullah…3x

Ya ALLAH….karuniakan ampunan atas segala maksiat dan dosa yang dilakukan oleh tubuh kami, ampuni jikalau tubuh kami berbuat hina dan nista, Ampuni kami jikalau dalam tubuh kami ada daging haram yang kami makan dari makanan yang haram, Jadikanlah seluruh tubuh kami menjadi tubuh yang senantiasa bersih ya ALLAH, bersih dari segala dosa dan maksiat yang pernah dilakukan oleh jasad kami ya ALLAH, bersih dari harta yang haram, bersih dari makanan haram, bersih dari perbuatan haram, ya ALLAH karuniakan segala ampunan atas maksiat hati kami, ampuni jikalau kami sering berbuat takabbur, jikalau hati ini sering menghina dan merendahkan orang lain, ampuni kami jikalau kami sering Riya’ ya ALLAH, ampuni jikalau kedengkian masih bersemayam dihati ini. Rabb…..jauhkan hati kami dari segala kesombongan sekecil apapun, indahkan hati ini dengan hati yang tawadhu’, jauhkan hati ini dari sifat riya’ dan pamer ya ALLAH, indahkann hati kami menjadi hati yang ikhlas karena engkau, jauhkan hati kami dari kedengkian dan kebencian terhadap kaum yang beriman, jadikan hati kami menjadi hati yang penuh kema’afan,hati yang penuh kasih sayang Duhai ya ALLAH….jadikan hati kami menjadi hati yang selalu ingat kepadamu, hati yang tak pernah lupa kepadamu, hati yang senantiasa merindukan kehadiranmu, hati yang tidak berharap selain kepadamu, Rabb jadikan hati kami merasakan kebahagian mencintaimu, mencintai orang – orang yang mencintaimu, ya ALLAH hanya engkaulah yang maha tahu kapan hidup kami berakhir, jadikan umur yang tersisa ini menjadi sisa umur yang senantiasa Istiqomah beribadah kepadamu,sisa umur yang bisa membahagiakan bapak ibu kami.Golongkan sisa umur kami menjadi jalan kebahagiaan, kemuliaan Ibu/Bapak kami ya ALLAH, jadikan umur yang tersisa bisa memberikan manfaat kebaikan bagi orang lain ya ALLAH….

Subhaanallah walhamdulillah, walaa ilaahaillaahu’allahuakbar…7X

Allahumma inna nas aluka ridhlo kawal jannah, wanaudzubika min saqootika wannaar….3X Ya ALLAH…selamatkan kami agar tidak diperbudak oleh nafsu kami, selamatkan kami agar tidak tertipu oleh keserakahan dan tipu daya duniawi, jangan biarkan kami diperdaya oleh syahwat, jangan biarkan kami terjerumus karena amarah. Ya ALLAH andaikan suatu saat hidup kami berakhir…..Allahumma inna nas aluka taubatannasuuqa, wataubatan qoblal maut, warahmatan indal maut, wamaghfiratan ba’dal maut, Allahumma inna nas aluka qusnul khatimah, wanauudzubika min syarril khatimah.

Andrean EL-Fachri

Selamat Jalan Ramadhan……

Posted in Tepian Hati dengan kaitan (tags) , , , on September 30, 2009 by andreanelfachri

Lebaran buatku adalah telinga penuh oleh gema takbir yang menggema mengantarkan kalimat takbir tanpa putus dengan iringan bedug menghentakan hati ikut menari nari indah, gema yang keluar dari corong corong pengeras suara surau dan masjid bahkan rempak rebana dilapangan blang padang, suara itu tidak hanya memecah kesunyian antara langit dan bumi namun juga mampu memecah keheningan di setiap lubuk hati hamba hamba ALLAH, bahkan mereka yang tidak sukses melaksanakan puasa dengan khidmatpun akan khidmat ketika gema itu menggetarkan jiwa, iya sungguh bergetar rasanya …

Lebaran buatku adalah ketupat dengan opor ayam, rendang, sambel goreng ati plus pete, timpan dan aneka kue khas daerah, aneka kue kering yang siap menambah berat badan kurusku, lebaran dengan baju baru, sarung baru, sandal baru, Sajadah baru, lalu berbondong bondong berangkat ke masjid bersamaan dengan terbitnya matahari untuk melaksanakan shalat Ied berjamaah sambil melirik kiri kanan yang semuanya nampak bahagia dari bayi hingga kakek yang telah bungkuk terlihat bahagia, alhamdulillah sungguh inilah cara ALLAH membahagiakan hamba hamba yang merayakan kemenangan melawan hawa nafsu atas ibadah sebulan penuh iya, merayakan kemenangan melawan amarah, melawan hawa nafsu, melawan dusta, melawan hati nurani. Lebaran buatku adalah sungkem dengan Bapak dan Bundaku, sungkem dengan keluarga, memohon maaf atas segala khilaf, atas segala kesalahan, atas segala kenakalan kenakalan yang sengaja aku lakukan dan membuat hati orang tuaku geram, atas segala ketidak mampuanku untuk membahagiakan mereka melebihi mereka memberi bahagia untukku. Lebaran adalah berkumpul setelah shalat Ied bersama keponakan dan sepupu yang kian tahun kian besar, membagikan bagikan uang Rp.20.000,- yang sengaja kusisihkan dari uang tabungan dan uang THR dari Kantor tentunya hahhaha, cuma pindah tangan gitu ya De maksudnya? iya, lebaran adalah membagi bagikan uang kepada yang lebih kecil agar mereka bahagia sebahagia diriku tentunya.

Lebaran buatku adalah berkunjung ke makam Eyang Kakung dan Eyang Uti, serta makam para kerabat yang telah lebih dahulu menghadap ALLAH SWT sang pemilik nafs dengan membawa seikat mawar merah dan anggrek merah, dua kantong kembang aneka bunga plus melati, sebotol air mawar kemudian dengan berpayung untuk melindungi tubuh mungil saya dari sinar matahari, berbekal surat Yasin, dan duduk disisi makam mereka, dibawah pohon kamboja nan rindang, bersimpuh dan berharap keridhoan ALLAH SWT atas segala yang aku lakukan dan apa yang terjadi dalam didupku, berceloteh dimakam mereka dan mengatakan betapa aku sangat merindukan mereka iya, sangat merindukan Eyang Uti, sangat ingin dipeluk Eyang Uti, sangat ingin sungkem di pangkuan Eyang Uti dengan membenamkan kepala menumpahkan airmata, ya ALLAH sampaikan salam hamba untuk Eyang tercinta yah….. katakan pada Eyang bahwa cucu kesayangannya sudah dewasa sekarang.Ya ALLAH….tak sadar menetes air mataku ketika ku membayangkannya.Sungguh Engkau Maha Suci Ya ALLAH…..

Lebaran buatku adalah menerima puluhan sms dari para sahabat dan mengirim sms ke puluhan sahabat, meminta keikhlasan mereka untuk memaafkan segala kesalahanku selama bersama, meminta maaf atas segala dusta yang kerap tanpa sengaja keluar dari mulut mungil dan aku tak mampu memperbaikinya dengan kata kata, berharap maaf dari para sahabat yang kerap terluka oleh kesombonganku, oleh ketidak tahuanku akan suara hati nurani mereka, atas ketidak sanggupanku bertoleransi apalagi berempati atas luka yang mereka alami, bahkan aku kerap tidak ada pada saat mereka membutuhkanku untuk berada disamping mereka dan berbagi luka iya, MAAFKAN aku jika ternyata aku belum mampu menjadi sahabat terbaik meskipun saya telah mampu menjadi sahabat termanis “kalimat terakhir gak penting De” he eh, narsis emang si Andre an EL-Fachri !!

Namun Lebaran Tahun ini semua itu tak bisa aku tunaikan semua, karena ALLAH punya rencana lain dan tentunya rencana ALLAH pasti lebih baik daripada rencanaku yang dipenuhi dengan fata morgana. ALLAH lebih ridho aku tetep tinggal dijakarta,dan harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Pondok Indah.Iya, ALLAH maha tahu apa yang terbaik buat hamba-Nya. Dan buatku, ridho ataupun tidak ridho aku harus menjalani semuanya dengan sikap lapang dada, hati yang sabar, hati yang ikhlas dan berharap semoga ALLAH memberikan kekuatan agar aku dapat menjalani semuanya dengan penuh kesabaran.Bukankah ALLAH akan selalu menyertai orang – orang yang sabar, sesuai dengan janji-Nya yang sudah tertulis dalam Al-Quran.

“Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal: 46)

“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” (Ali Imran: 146)

Terlihat jelas janji ALLAH bahwa ALLAH tidak akan pernah mentelantarkan hamba – hambanya yang bersabar atas segala uji cobanya.Karena sesungguhnya ujian yang diberikan oleh ALLAH adalah agar dapat diketahui kadar dan kualitas keimanan seorang hamba terhadap Rabbnya. Sesuai dengan firman ALLAH dalam QS:Al-Ankabut ayat 1-3 yang artinya

“Alif Laam Miim. Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan; kami telah beriman, padahal mereka belum diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta”(Al ankabut 1-3)

Yah,itulah hidup……

Terkadang apa yang terjadi saat ini bukanlah apa yang kita inginkan, apa yang kita hadapi saat ini bukanlah apa yang kita impikan.Meski terasa pahit dan getir buat kita rasakan, terasa teramat berat buat kita jalani, ada satu hal yang harus diingat bahwa semua itu adalah anugrah terbaik dari ALLAH.Kita tidak akan pernah bisa bersabar dalam mengahadapi permasalahan hidup kalau kita tidak yakin bahwa semua itu adalah terbaik dari ALLAH.Jadi, pondasi awalnya adalah “KEYAKINAN”bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita itu adalah anugrah terbaik dari ALLAH.Kalau sudah demikian, maka kita akan bisa menyikapi semua problematika hidup dengan rasa sabar atas dasar keyakinan tadi.Karena kesabaran merupakan bukti nyata keyakinan kita akan janji ALLAH.

Alhamdulillah berkat usaha kerasku untuk bisa belajar sabar (Tapi belum berhasil juga sie…..??),berkat support Bunda Dewi yang tak lain adalah kakak tersayangku,support dari teman teman kantorku dan juga akhwat dan ikwanfillah saudara seperjuanganku di LDK Nurul Ilmi UNAS dan yang pasti berkat pertolongan ALLAH sang pemilik nafsku aku telah lolos dan bisa melewati masa – masa tersulit dan terberat dalam hidupku, yaitu saat – saat dimana ketika “Usiaku telah diberi waktu” , dan disaat aku merasa lemah, aku Cuma minta satu hal dalam setiap d’oaku

Ya ALLAH …Ya Rahmanurrahiim….

Jika sakitku ini lebih berarti dalam hidupku daripada sehatku,

Maka aku lebih ikhlas memilih sakit tapi aku dekat dengan-Mu

Daripada sehatku membuatmu semakin menjauh dari-Mu

Duhai sang pemberi petunjuk, duhai sang penguasa hati, duhai sang pemberi kekuatan,duhai dzat yang berhak atas mahluknya…. Karuniakanlah Hal yang terbaik dalam hidup dan matiku

Berikanlah aku kekuatan, kesabaran dan keikhlasan hati

agar aku dapat menjalani semua dengan ridho-Mu….

Jadikanlah aku kekasih-Mu,

Kekasih yang engkau cintai..

Kekasih yang Engkau Ridhoi dunia dan Akhirat

Sebagaimana engkau Mencintai Rasul-Mu….Muhammad SAW…. Amin……

Pada kesempatan ini Lebaran buatku adalah meminta maaf di blogku yang indah ini, sebagai tuan rumah kadang aku lupa membalas komen yang masuk, kadang aku belum sempat berkunjung balik ke blog para pengunjung, kadang menjawab menjawab namun tak nyambung dengan komen, kadang terkesan terkesan sombong dengan rangkaian kata yang telah kuhimpun bahkan sombong untuk sekedar menaruh link diblog ah, terlalu banyak khilaf dan salahku sebagai manusia.

MINAL AIDIN WAL FAIDIN, mohon berikan ikhlas untuk memaafkan segala kesalahan yang ada dalam diriku selama kita bersama yah, mulai detik ini, kita mulai dari nol lagi Selamat jalan Ramadhan, semoga tahun depan ALLAH masih menitipkan nafas untukku hingga kita bisa bertemu lagi dengan Ramadhan nan indah, tempat mencuci segala keruh jiwa kita.Amin……..

Andrean EL-Fachri

Muslimah itu sungguh cantik…

Posted in Tepian Hati dengan kaitan (tags) , , , , , , on Juli 30, 2009 by andreanelfachri

Cantik..sungguh cantik..

Tahukah wahai saudariku, bahwa muslimah itu cantik dan bukankah tiap kita mencintai dan menginginkan kecantikan..???

Muslimah itu sungguh cantik…

Bibirnya slalu dihiasi dan dibasahi dengan kecantikan tasbih (Ali Imran : 41) dan tahmid kepada Robbnya. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang menyejukan hati dan menenangkan pikiran senantiasa berteman dengan bibir dan lidahnya, nasehat dan tutur kata yang santun menghancurkan semua karang dan benteng rasa dendam. Lidahnya tidak pernah lepas dari ucapan syukur atas nikmat-nikmat dari Tuhan-Nya (Al-Hujaraat : 11).

Ya..Muslimah memang sungguh cantik .. secantik bening matanya…

Kedua matanya yang bening slalu terjaga dari hal-hal yang haram untuk dilihatnya (An Nuur : 31). Kebeningan dan kejernihan matanya sejernih air mata yang setiap malam keluar dari telaga airmatanya (Al Muzammil :2), mencuci dosa-dosa yang sempat hinggap, yang mengalir keras karena rasa takut dan penyesalan yang mendalam, bersimpuh dihadapan Robbnya, merayu dan merajuk agar mendapat maghfiroh-Nya.

Sungguh…Muslimah itu cantik…

Secantik hatinya yang slalu tunduk kepada Robbnya. Hati yang penuh dengan rasa kecintaan kepada Robbnya (Ali Imran : 31). Jauh hatinya dari rasa dengki, sombong dan hasud. Keikhlasan senantiasa menghiasi qolbu yang tak pernah lupa akan kebesaran Robbnya (An Nisaa : 125). Hati yang siap menerima kebenaran dan keimanan. Hatinya bak cermin nan indah nan bersih, yang slalu siap menerima nur hidayah dari Robbnya dan memantulkannya, menyebarkannya keseluruh penjuru jagad raya. Qolbu yang senantiasa bersih dari prasangka dan fitnah kepada saudaranya.

Maha Suci Allah yang tlah menciptakan muslimah dengan kecantikannya. Secantik pakaian taqwa yang senantiasa dikenakannya. Sebaik-baik pakaian yang mendapat pujian dari Robbnya (Al A’raf : 26). Seindah-indah pakaian yang tiada ganti yang lebih indah darinya. Pakaian yang slalu melindunginya, dimanapun dan kapanpun dia berada. Pakaian yang membedakan dirinya dengan wanita-wanita lain yang tanpa pakaian, pakaian yang akan membawanya menuju pribadi nan mulia, pakaian yang akan membawanya berjumpa dengan Robbnya tercinta.

Sungguh… cantik Muslimah…

Secantik akhlaqa dan budi pekertinya yang diselubungi pakaian taqwanya (As Shaad : 46) (Al Qalam : 4). Yang dengan akhlq dan budi pekertinya yang mulia itu menentramkan orang-orang disekitarnya, hilang kecemasan dan kerisauan disekelilingnya, berganti rasa cemburu dan curiga menjadi kasih sayang dan kepercayaan yang mulia.

Sungguh… Muslimah itu cantik…

Secantik ketulusan cintanya kepada saudaranya. Ukhuwah yang demikian mendalam menghancurkan bongkahan-bongkahan kebekuan yang bersemayam di dalam hati, melunakannya dari kekakuan dan kekerasan, menyegarkannya kembali dengan rasa kasih sayang dan kepercayaan (Al Maidaah : 54).

Sungguh… Muslimah itu benar-benar cantik…

Kecantikan yang sesungguhnya….

Kecantikan yang tiada bandingannya…

Tasbih sebagai lipstik bibirnya…

Air mata taubat sebagai pelentik bulu matanya….

Malu dan akhlaq sebagai perhiasannya…

Taqwa sebagai pakaian terindahnya….

Sungguh…Muslimah itu cantik…

Maka bersyukur para muslimah yang bahagia dan tulus ikhlas akan kemuslimahannya….

Tapi….

Kebanggaan karena ketaqwaan dan keikhlasannya…

Wahai Saudariku ….

Sudahkah engkau menggapai kecantikan itu…

Andrea EL-Fachri

Makna Cinta

Posted in Syair Cinta Ilahi dengan kaitan (tags) , on Juni 22, 2009 by andreanelfachri

Cinta tidak akan pernah berkembang menjadi rencana aksi kecuali ketika ia lahir dari semangat pertanggungjawaban. Cinta yang kuat adalah manifestasi dan sense of responsibility yang terus menerus bergelora dalam jiwa sang pencinta. Sebab cinta adalah tindakan. Bukan sekadar kata-kata. Atau janji-janji…

Kalau intinya cinta adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pecinta sejati adalah perhatian. Kalau kamu mencintai seseorang, kamu harus memberi perhatian penuh kepada orang itu. Perhatian yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam, dari keinginan yang tulus untuk memberikan apa saja yang diperlukan orang yang kamu cintai untuk menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya…

Sekali kamu mengatakan kepada seseorang, “Aku mencintaimu”, kamu harus membuktikan ucapan itu. Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan memberi, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan pekerjaan-pekerjaan cinta: memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi….”anis matta”

Dalam kehidupan, manusia tidak mampu mengukur kualitas cinta, sebab kepenuhan cinta sesungguhnya adalah Allah itu sendiri. Allah adalah awal dan akhir kehidupan, Allah adalah cinta, maka hanya dalam dan melalui cinta manusia berjalan dan mengarahkan dirinya kepada Allah.

Cinta merupakan suatu anugerah dari Allah yang diberikan kepada hambanya. Tidak semua orang dapat merasakan dan mengerti apa itu cinta. Maka apabila kita sudah benar2 mengerti dan merasakan cinta yang datang karena dan dari Allah maka berbahagialah kita. Karena cinta yang datang dari Allah akan membimbing kita menjadi orang yang sabar dan ikhlas.


Sahabat Sejati Menuju Syurga

Posted in Tepian Hati on April 24, 2009 by andreanelfachri

In qolla maali falaa khillun yushohibuni

Wa in zaada maali fakullunnaasi khullaani

Bila hartaku sedikit maka tidak seorangpun yang datang berteman

Namun bila hartaku banyak Maka semua orang mengaku sahabatku

Demikian sepenggal kalimat bijak yang pernah dihafal saat belajar mengaji di kampung yang hingga kini masih tersimpan di memori saya. Kalimat singkat yang menyinggung apakah niat, tujuan dan motivasi persahabatan yang kita jalin dengan seseorang karena harta ataukah karena Allah. Persahabatan karena harta akan sirna bila sang sahabat tak lagi memiliki harta tapi bila Allah sebagai tujuan maka sungguh itulah persahabatan yang abadi. Itulah persahabatan yang sejati, persahabatan bebas roaming yang membuat Allah senang dan ridho.

Gaya hidup konsumtif, hedonisme dan BTAK (Biar Tekor Asal Kesohor) sudah menjadi sindrom dan virus yang membuat manusia harus menjadikan orang-orang kaya dan punya kekuasaan sebagai pilihan nomor satu untuk menjadi teman bergaul dan bersahabat. Dan sebaliknya, kebanyakan orang akan memilih menjauhi orang-orang miskin dan orang-orang susah. Gaya hidup demikian jelas salah. Tidak boleh kita memilih-milih dalam bergaul apalagi sampai membedakan orang berdasarkan status sosial dan ekonomi. Bergaul dengan kalangan atas boleh-boleh saja, tapi kalau menutup diri untuk orang-orang yang di bawah kita, ini yang tidak boleh karena akan menjadikan hati kita kasar, keras, sombong, bisa kehilangan kasih sayang, terlebih jauh lagi bisa-bisa kita akan jauh dari rasa syukur dan qona\’ah yang ada adalah perasaan selalu kurang sebab hanya melihat mereka yang selalu diselimuti kesenangan akan gemerlapnya dunia.

Suatu hari Rasul bersabda, “Banyak-banyaklah kalian berkenalan dengan orang-orang fakir serta miskin. Berbudi baiklah terhadap mereka sebab kelak mereka akan mendapatkan kekuasaan,” para sahabat bertanya,”Kekuasaan apa, wahai nabi?” “Bila kiamat tiba,” lanjut Nabi, “akan dikatakan pada mereka, perhatikan siapa yang dahulu pernah memberimu makanan meski sesuap, minuman meski seteguk, dan pakaian meski selembar. Maka peganglah tangannya, tuntunlah ke surga.”

Jadi mulai saat ini, jangan memandang bahwa memperhatikan orang miskin tidak ada gunanya. Jangan lagi menganggap bahwa membantu mereka membuat status sosial kita jatuh, tangan kita kotor dan ketularan susah. Buktinya ada saatnya mereka mendapatkan kekuasaan dari Allah, ada kekuatan yang dimiliki orang-­orang miskin dan lemah, yaitu di hari tidak ada kekuasaan selain kekuasaan Allah, di hari orang tidak mengenal saudara dan sahabatnya tapi mereka berhak menuntun sahabatnya di dunia ke surga, menolong sahabatnya ketika tidak ada lagi yang bisa menolong selain amal sholeh, sementara kita tahu bahwa amal kita sangatlah tidak bisa menjadi sahabat yang menolong lantaran sedikinya amal atau bahkan beramal tapi bercampur riya dan bukan karena Allah.

Coba kita perhatikan nasehat Lukman tokoh legendaris yang namanya terukir indah dalam AlQur’ an­ kepada anaknya tentang beberapa hal yang bila dilakukan maka akan mendapatkan hikmah dalam kehidupan, diantaranya:

1.Hendaknya kau menghidupkan hati yang telah mati

2.Gemar bergaul dengan orang miskin

3.Menghormati orang yang rendah

4.Menyantuni orang-orang yang dalam perantauan

5.Membantu orang-orang fakir

6.Pergauli orang miskin, beri dia sebagian kebahagiaan yang kita nikmati, Bersahabatlah dengan orang susah, buat dia tersenyum. Sejatinya bukan mereka yang memerlukan kita, tapi kita yang memerlukan mereka untuk menyelamatkan diri kita yang selalu berlebih­-lebihan.

“Hingga apabila Kami timpakan azab terhadap orang-orang yang hidup berlebih-lebihan di antara mereka, tiba-tiba mereka memekik minta pertolongan pada hari ini, sesungguhnya kamu tidak akan mendapatkan pertolongan dari Kami. “ (QS, Al Mu`minuun [23]: 64-65)

Selamat merubah diri menjadi pribadi-pribadi yang di cintai Allah dan rasul-Nya dengan mencintai dan menjadi sahabat kaum dhu`afa, merawat dan memelihara,serta menyayangi anak-anak yatim.

Andrean El-Fachri

Perjalan Waktu…

Posted in Tepian Hati on Februari 26, 2009 by andreanelfachri

Perjalan Waktu Pernahkah terlintas dalam pikiran kita bahwa hidup kita adalah berpindah dari satu waktu shalat ke waktu shalat yang lain, bahwa shalat adalah saat kita bertemu dengan pemilik jiwa kita,denganNya kita akan mengungkapkan apa yang terjadi dari satu waktu shalat ke waktu shalat yang lain…..

Ketika kita shalat DHUHA maka waktu nya kita menceritakan apa yang akan kita lakukan sepanjang hari ini, berharap semua menjadi mudah karena ada tangan ALLAH SWT yang akan selalu membimbing kita.

Ketika waktu DHZUHUR tiba maka waktunya kita mengadu kepada pemilik jiwa kita apa yang sudah kita lakukan sepanjang pagi ini, kesulitan yang kita temui, setan yang bernama malas yang hinggap membuat semua niat kita terbengkalai dan kita akan mohon ampunan jika yang kita lakukan sepanjang matahari bersinar pagi ini adalah sebuah kesalahan sambil terus bermohon agar ALLAH SWT menjadi pendamping kita agar tak salah langkah yang kita ambil …

Ketika waktu ASHAR tiba … kita kan kembali menghadap kekasih kita ALLAH SWT untuk bercerita dan berceloteh apa yang sudah kita lakukan sepanjang Zuhur ke Ashar, dan shalat di pergantian antara siang dan malam [waktu senja] ini adalah hal yang luar biasa “ya ALLAH ya Rabbil Izzati sebentar lagi siangMU akan berlalu dan malamMU akan datang maka berilah kita ampunan dan sayangi kami duhai ya ALLAH ya Anta Maulana, beri kita kemudahan dalam mengisi nafas yang ENGKAU titipkan ini, jadikan siang kami bermanfaat untuk umatMU dan jadikan malam kami penuh dengan kasih sayangMU”

Ketika MAHGRIB tiba … meski waktu ini sangat singkat tapi kita usahakan sedapat mungkin kita berada di masjid, untuk mendengarkan suara imam nan indah mengalun memasuki telinga kita, membacakan untuk kita ayat ayat cinta milik ALLAH, surat surat indah yang melebihi indahnya bahasa pujangga akan memecah antara bumi dan langit, menggema direlung hati kita yang paling dalam sambil berharap suara indah itu suatu hari akan menggema dirumah kita, dan ada imam di dalam istana kita kelak, ehm … apa rasanya yah shalat jama’ah setiap saat dan setiap waktu di syurganya ALLAH KELAK. Ketika

ISYA’ datang, sungguh inilah puncak dari kelelahan kita sepanjang hari ini … dan inilah waktu terpanjang untuk berdua dengan ALLAH SWT diatas sajadah cinta, meletakan kening bersujud, bertakbir dan mengagungkan namaNYA dengan segenap cinta dan lelah yang tak ada habisnya, inilah akhir dari dunia hari ini inilah akhir dari pengisian kerasnya hidup dan waktunya melepas semua lelah dan penat dengan mengadukan kepada pemilik hidup tentang hari ini yang begitu dan begitu

Ketika Kta Tunaikan Sholat TAHAJUD …. I love ALLAH ya Rabb-ku, tak ada yang lebih kita cintai selain menikmati pukul 2:30 bersama kekasih kita, memindahkan segala resah, berharap ampunan, dan meletakan semua asa kepada pemilik segala harapan, tak ada yang tak mungkin bagi ALLAH untuk mengabulkan semua doa doa kita di penghujung malam ini, ditengah tiupan sepoi angin yang mengibas kening kita, kita bermuhasabah dan bermunajat memohon Ampunan dan RidhlaNya Inilah puncak RINDU kita …

Ketika adzan SUBUH menggema dan memecah kesunyian malam, ketika kalimat “Assahllatu khairun minannaum” menggema memecah telinga kita dan membangunkan seluruh persendian kita, subuh adalah waktu terbening untuk kita, dinginnya indah, anginnya lembut, dan sapuan air wudhu lebih terasa maknyusss !! setiap tetesnya membangun harapan untuk kita, harapan baru diatas nafas yang baru saja ALLAH titipkan … Iya atas nama RINDU kita menemui ALLAH disetiap waktu shalat kita kalau bukan ALLAH yang kita rindukan, maka kemana lagi kerinduan akan kita labuhkan … DIA lah yang maha menyelesaikan semua masalah kita, bukan yang lain, DIA lah yang maha memiliki segala cinta untuk kita agar mata ini tetap bisa melihat, agar kaki ini tetap bisa merespon otak kita untuk melangkah agar kita bisa meneruskan cita cita kita untuk menjadi kekasih ALLAH didunia dan di akhirat.Amiinn Allahumma Amiinn ya Rabb

Sudahkah kita pasang alarm untuk tahajud jam 2:30??, cek yok dan pastikan kita menikmati jamuan ALLAH yang akan mengabulkan semua doa, ALLAH tidak pernah ingkar janji dan janjiNYA adalah mutlak, jadi tunggu apalagi??kalo mau menjadi kekasih ALLAH dan terkabulkan semua doa, tahajjud lah jawabannya . Maha benar ALLAH dengan segala firmanNYA

Andrean EL-Fachri

Jangan Tangisi Apa yang bukan milik Kita

Posted in Tepian Hati on Februari 23, 2009 by andreanelfachri

Jangan Tangisi Apa yang bukan milik Kita

“Judulnya tumben gak puitis ndre?” iyah karena kata kata itu Aku ambil dari seorang sahabatku beberapa bulan lalu, yang hatinya sedang mengalami tsunami, bergemuruh antara marah dan kesal antara benci dan biasa,sepulang kuliah, seperti biasa kita berkumpul di pangkalan blok depan kampus dan seperti biasa kami akan bertukar cerita tentang apa saja, tentang Novi yang sedang patah hati atau tentang Yeky yang sedang jatuh cinta atau tentang Iqbal yang pacaran kelamaan dan gak nikah nikah atau tentang saya yang sibuk menikmati sepiring nasi goreng dan setengah piring otak-otak “banyak banget Ndre makakannya?” iya nih lambungnya panjang x lebar alias luas dan dalem

Dan ada yang menarik dari cerita cerita ini adalah satu sahabatku yang sedang mengalami bertepuk sebelah tangan, gak bunyi kali maksudnya yah? iya, maksudnya adalah tawarannya untuk mendampingi seseorang ditolak sudah, dan pupus lah harapannya untuk memiliki sang gadis, pahit katanya rasanya kaya jamu gitu kalau menggunakan kata katanya… dan saya jadi langsung ingat ucapan guru mengaji saya “Ndre, kita harus bersyukur atas apa yang tidak kita miliki karena ALLAH maha tahu mana yang pas untuk kita menurut takaran ALLAH bukan menurut takaran kita sebagai manusia. Emangnya kita siapa ikut ikut ngatur ALLAH, mau saya ini dan gak mau yang itu pokoknya yang ini” Loh gak malu apa ngatur ALLAH yang lebih tahu, yang maha tahu bahkan.

“…. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 216)

Jelas kan sudah sekarang, ALLAH yang lebih tahu jadi terima dan ikhlas tanpa syarat !!

Sungguh hidup adalah belantara keinginan, dan setan siap menghembus hembuskan disetiap keinginan untuk membuat kita mengejar yang bukan milik kita … ketika kita menjadikan diri kita kendaraan setan untuk mengejar semua yang berbau hawa nafsu maka tak akan ada lagi ikhlas, tak akan ada lagi sabar, dan ketika semua keinginan itu dipenuhi oleh setan maka yang bermain adalah hawa nafsu, nauzubillahimindzalik

Jadi, sudahlah JANGAN tangisi apa yang bukan milik kita … karena memang bukan yang terbaik untuk kita, dan BERSYUKUR lah karena ia tidak menjadi milik kita karena memang gak pas untuk kita, percaya deh apa yang dipilihkan ALLAH untuk menjadi milik kita itu lah yang terindah dan terbaik dan termanis

“Maka, sudahlah JANGAN tangisi apa yang bukan milik loe Ndre”

*loh koq jadi ke Aku sih, heran … *

Wahai Angin….

Posted in Tepian Hati on Februari 21, 2009 by andreanelfachri

Malam tadi aku menghabiskan waktu di teras rumahku, dibawah hamparan langit biru, ditemani beberapa bintang yang bertebaran, aku baru tersadar ternyata bintang di langit sana, ada yang sendiri dipojok langit, ada yang berdua ditengah langit dan ada yang berkelompok … ah jadi teringat dengan manusia, bukankah manusia juga begitu, ada yang sendiri, berdua, berkeluarga, berkeluarga tapi sendiri, sendiri tapi berkelompok, sendiri di pojok sini dan sendiri di pojok sana dan begitulah hamparan bumi dan langit yang tiada bedanya, ALLAHhuAkbar maha lembut ALLAH dengan hamparan bintang dilangit ini :)

Dan ada yang mengusik hatiku malam ini adalah hembusan angin yang tiupannya menggelitik pipiku, tiupannya menyibak rambut halus di ujung keningku, menyibakan hatiku bahkan, iya maha besar ALLAH dengan Al Latief (maha lembut) yang dimilikinya … dan aku ingin menjadikan sifat ALLAH yang satu ini melekat di setiap perkataanku, disetiap langkahku, disetiap ucapanku dan setiap tindakanku, hanya kelembutan yang aku inginkan bukan kekerasan, teriakan, kata kata kasar, bukan itu yang kuingin hadir dan hadirkan di sisa umurku

ALLAH maha lembut, yang dengan kelembutannya ia memenuhi semua yang dibutuhkan umatnya dengan porsi dan takaran yang pas, lihatlah bagaimana seorang bayi yang ketika terlahir tanpa gigi karena ALLAH tahu ia tidak membutuhkan gigi ketika hanya susu makanannya yang dengan giginya mungkin akan melukai susu Ibunya, baru kemudian ALLAH memberikan gigi setelah sang bayi memerlukannya untuk mengunyah makanan…

Dan dengan kelembutan ALLAH gigi dibedakan berdasarkan fungsinya ada geraham untuk mengunyah, taring untuk menghancurkan, gigi seri tengah yang tepinya tajam untuk memotong, dan ada lidah yang akan mengarahkan makanan untuk dikunyah seakan berfungsi sebagai sekop…

Dan maha lembut ALLAH dengan segala ciptaanNYA

Dan aku selalu saja takjub dengan ciptaan sekecil apapun, dengan segala yang diciptakanan inilah aku mengenal DZAT yang menciptakanku dengan begini sempurna dan ALLAH pulalah yang membuat semua berfungsi agar aku dapat meneruskan hidup … ALLAH maha lembut lebih lembut dari angin yang menerpa wajahku malam ini, lalu masih sanggupkan kita berbuat kasar untuk menegur sebuah kesalahan yang dilakukan oleh manusia lain, masih sanggupkah kita berteriak sementara ALLAH menciptakan kita dengan segala kelembutanNYA, masih punya hatikah kita ketika seseorang menyerah kalah dan tidak berdaya masih saja kita teriakan, akankah contoh dorong dorongan di TV, teriakan perempuan di sinetron mencaci maki kekasihnya akan kita biarakan, bukankah ALLAH maha lembut, iya kan?.

ya ALLAH tegurlah hambamu ini dengan segala kelembutanMU jika aku salah karena aku hanya hamba, hanya manusia yang sering melakukan kesalahan dan sering sekali khilaf yang sedapat mungkin tidak kulakukan namun terjadi lagi dan lagi … ya ALLAH jika ada satu saja sifat yang ENGKAU izinkan untuk kumiliki, kuingin kelembutanMU wahai pemilik jiwa ku.

Mulai sekarang kita belajar dari sifat ALLAH yah … menjadi lembut dalam bertutur kata, agar lidah kita terjaga dari api neraka, dan bertekad lah untuk tidak kasar kepada mahluk ALLAH yang lain karena ALLAH menciptakan kita, dan mereka dengan segala Al Latief NYA, sanggupkan kita?

Memupus Bayangan

Posted in Tepian Hati on Januari 25, 2009 by andreanelfachri

Memupus Bayangan

De, ternyata gak gampang menghapus masa lalu itu yah? dan ternyata emang bukan hal yang mudah untuk meletakan semua dibelakang dan tidak membawanya ke kehidupan yang baru yah?”
ehm… kalimat itu aku dengar dari seorang sahabat lelakiku yang tak mampu memupus bayangan masa lalunya, meski ia ingin sekali menguburnya, melipatnya dibawah tanah dan bahkan memasukannya ke dalam sumur beton dan menutupnya dengan cor coran semen ternyata tak jua mampu terkubur… “De, gue pengen delete bagian dari hidup gue yang itu, gue berusaha mati matian meniadakan kehadirannya yang kaya hantu terus aja menghantui gue” ehm, dan kukatakan padanya untuk mencari pengganti, barangkali sang pengganti mampu menghapus semua luka dan mengantikannya dengan yang lebih indah easy to talk, sementara yang menjalani mati matian menepis
Iya, semua orang pasti punya masa lalu, semua orang punya kenangan pahit sepanjang perjalanan nafas yang dititipkan ALLAH, tidak bisa tidak pasti akan terungkit sekecil apapun, dan aku katakan padanya untuk mengambil hikmahnya, maafkan dia yang melukai dan melangkahlah, toh tidak kiamat dunia setelah kita harus memasuki ruang yang pengap dan penuh luka, mungkin ketika kita berani menapak maka kita akan menemukan seorang malaikat yang mampu mengobati semua luka, yang menyiapkan pundaknya untuk selalu dijadikan sandaran jiwanya… hidup ini kan misteri, kita tidak pernah tahu apa yang ALLAH rencanakan untuk kita.
Ingatlah bahwa ALLAH maha memberi cinta dan maha mengambilnya, maha menggenggam semua hati, pemilik semua hati, mudah bagiNYA untuk mengambil cinta dan memberi kepada siapa yang ingin diberinya …
TIADA – ADA – TIADA, inilah makna hidup selalu berpindah dari tiada kemudian ada dan akan tiada lagi, jika cinta itu harus pergi maka biarlah ALLAH mengambilnya dan mintalah lagi cinta yang lain, yang tak meninggalkan bayangan pahit lagi …
Dan tiada satupun debu yang terbang tanpa ijin MU ya ALLAH, tak ada satupun daun yang gugur tanpa ijinMU, tak ada setetes embun yang menyentuh bumi tanpa ijinMU, tak ada jantung yang berdetak tanpa kuasaMU dan tak ada cinta yang hadir tanpa ijinMU … ya ALLAH berilah sahabat sahabat saya cintaMU untuk mencintai yang lain atas namaMU agar kami tidak masuk kedalam golongan orang-orang yang khufur nikmat. Amin ya ALLAH
Selamat berlibur semua, semoga malam ini tiada kemaksiatan, JAUHI kemaksiatan sejauh jauh yang mampu kita lakukan dan berlindunglah kepada ALLAH yang menggengam hatiku dan hati kita semua dan semoga hari libur ini yang ada hanya cinta ALLAH

Bila waktu Telah Memanggil

Posted in Tepian Hati on Januari 25, 2009 by andreanelfachri

Bila waktu tlah Memanggil
Sekilas aku mendengar lagu lama yang dinyanyikan Opick, dulu lagu itu sama sekali tidak bermakna untukku, bahkan dulu ketika aku mendengar lagu itu aku menampikan “emang hidup cuma mikirin mati apa” itu kata kataku DULU … tapi kali ini, ketika aku mendengarnya berteman hujan yang mengguyur sore di Jakarta, ketika aku mendengarnya pada titik kesendirian yang sempurna, ketika aku mendengarnya selepas magrib dan menunggu panggilan isya, ketika aku mendengarnya lagi dan lagi … aku mulai mengerti iya, “bukankah semua nafas PASTI akan terhenti, hanya masalah waktu

Akupun jadi teringat beberapa waktu yang lalu, ketika sahabatku tercinta berpulang karena serangan jantung, ketika semalaman aku menungguinya terbujur kaku menunggu esok untuk dimandikan dan dikafani, semalaman itu aku melihatnya diam membisu, mematung tanpa membutuhkan udara untuk mengisi penuh paru parunya lagi … dan satu hal yang coba kufahami adalah jika yang terbujur mematung itu adalah aku, jika yang memiliki senyum indah mempesona terbungkus kain tipis berwarna putih, yang ketika tersingkap akan menjadi senyuman terakhir, dan pemilik senyum itu adalah aku, ketika bad cover telah tergantikan dengan kain batik berwarna coklat muda sebagai penghangat tubuhnya yang memang sudah mendingin … jika itu adalah aku dan kutipan dari guru mengaji ku ketika itu adalah:
Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejab, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri”.

(Imam Ghozali mengutip atsar Al-Hasan).Ada yang kuingat setelah kepergian sahabatku adalah aku membeli dua buah kain batik panjang untuk menutupi tubuhku karena saat itu aku tahu begitu banyak baju yang kubeli untuk kukenakan didunia ini tapi tak satupun persiapan untuk kukenakan bila waktuku tiba untuk pulang …
Ada yang kuingat setelah kepergian sahabatku adalah aku mulai memasukan satu doa dalam setiap sujud sujudku, dalam setiap heningku yaitu doa agar aku dimudahkan pada saat menghadapi saat saat terakhirku yang bernama sakaratul maut …
Bukankah setiap yang berjiwa itu PASTI mati, bukankah sakaratul maut itu pasti mendatangi saya, hanya masalah waktu bukan?

Allahumma hawwin alaiya fii sakaratil maut…” [Ya Allah, mudahkanlah bagiku kelak dalam menghadapi sakaratul maut"] … jika mulai sekarang kita memasukan doa ini pada setiap hening kita, pada acap kali kita meletakan kening diatas sajadah, gak ada salahnya kali yah? kata ustadzku,satu yang pasti datang setelah kehidupan adalah kematian.
Jadi ingat lagu IF TOMORROW NEVER COMES [ronan keating] … kalau besok tidak ada lagi waktu untuk saya setidaknya doa diatas akan memudahkan saya menghadapi nya, insya ALLAH